PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP MUKA AIR RAWA LEBAK KELURAHAN MARIANA KECAMATAN BANYUASIN

  • Andi Handela Agustian Universitas Bina Darma
  • Ishak Yunus Universitas Bina Darma
Keywords: Rawa, Perubahan, Air

Abstract

Lahan rawa lebak Kelurahan Mariana, sering di sebut sebagai rawa lebak yang belum termanfaatkan, kecuali untuk pemukiman rakyat, dengan cara penimbunan kawasan rawa, berdasarkan kondisi ini, maka perlu adanya pengelolaan sistem penataan air daerah rawa lebak dengan memperhatikan berapa besar peningkatan muka air rawa lebak, yang berada di Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, sehingga perlunya analisis besarnya peningkatan muka air selama masa 5 (lima) tahun, terhadap perubahan tata guna lahan Selanjutnya melakukan identifikasi lahan, menghitung intensitas curah
hujan, menentukan debit banjir, besarnya perubahan tahan guna selama 5 tahun serta analisis besarnya peningkatan muka air selama masa 5 (lima) tahun tersebut. Untuk debit 9,87 m³/detik, dengan masa selama 10 tahun kala ulang, debit banjir rata-rata masuk ke kawasan rawa lebak sebesar 0,987 m³/detik, sehingga
meningkatkan tinggi rawa lebak sebesar rata-rata 2,23 cm, hal ini sesuai tabel kajian awal muka air rawa lebak 30 cm sampai masa 5 tahun 35,47 cm.Perubahan tata guna lahan pada tahun 2014 untuk rawa lebak sebesar, 127 Ha, tegalan 123 Ha, Permukiman sebesar 332 Ha, tahun 2015 untuk rawa lebak sebesar, 127 Ha, tegalan 123 Ha, Permukiman sebesar 33 Ha, tahun 2016 untuk rawa lebak sebesar, 123 Ha, tegalan 122 Ha, Permukiman sebesar 325 Ha, tahun 2017 untuk rawa lebak sebesar, 123 Ha, tegalan 120 Ha, Permukiman sebesar 359 Ha, tahun 2018 untuk rawa lebak sebesar, 122 Ha, tegalan 118 Ha, Permukiman sebesar 359 Ha. Peningkatan muka air lebak, tahun 2014 sebesar 30 cm, tahun 2015 sebesar 30,53 cm, tahun 2016 sebesar 31,58 cm, tahun  2017 sebesar 33,44 cm, dan tahun 2018 sebesar 35,47 cm.

Published
2020-01-27